Asal muasal bilangan biner dari Nabi Ibrahim a.s

Categories: Berita, Berita Umum
Comments: No Comments
Published on: November 28, 2011

Assalamu’alaikum,

Imperium Roma telah menguasai daratan Eropa dan Timur Dekat selama hampir 1000 tahun. Ini tidak lepas dari kuatnya Pax Romana dan kontrol daerah yang kuat, tetapi memasuki tahun 180 M, Pax Romana yang telah memperkuat Imperium Roma, ini ditandai dengan meninggalnya Marcus Aurelius pada tahun 180 M. Penggantinya yang tidak lain adalah anaknya yang bernama Commodus (180-193 M) tidak mampu mengendalikan pemerintahan dengan baik, namum demikian pengaruh ilmu pengetahuan (Barat) dari kekaisaran Romawi ini sangatlah kuat dan berakhir setelah Panji Islam berkibar ke seantero dunia dengan nasib yang sama dialami juga lawan seteru kekaisaran Romawi yaitu Imperium Persia (Timur).

Pada masa kejayaan Romawi, pengetahuan mengenai berhitung juga berkembang baik. Satu-satunya kelemahan berhitung di zaman itu adalah tidak mengenal bilangan nol (0). Angka-angka dalam lambang bilangan Romawi, seperti I, II, IV, X, dan L bahkan masih digunakan sampai sekarang.

Angka Romawi : I II III IV V VI VII VIII IX X
Angka Arab : ١ ٢ ٣ ٤ ٥ ٦ ٧ ٨ ٩ ١٠
Angka Latin : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Mari kita lihat rahasia dibalik surah Al Fatihaah dan Al Baqaarah perhatikan penulisan nomor.
Ù¡ Ù¢ Ù£ Ù¤ Ù¥ Ù¦ Ù§

Ilmu Aljabar

Bagaimana manusia sekarang mengenal lambang-lambang bilangan seperti 1, 2, 3 hingga 9 dan 0? Ternyata lambang bilangan itu baru dikenal luas pada abad 15, setelah bangsa Eropa mempelajari ilmu Al Jabar. Angka 1, 2, 3, hingga 9 dan 0 sering disebut sebagai angka arab. Ilmu aljabar memang bermula, serta berkembang pesat, dari Jazirah Arab. Padahal Al Qur’an jelas menggunakan lambang bilangan titik (.) sebagai angka nol jadi jelaslah bahwa bangsa Eropa tertinggal dalam ilmu hitung. Para ahli sejarah hampir semua nya sepakat bahwa tentang angka tahun wafat Nabi Muhammad s.a.w adalah pada bulan Juni tahun 632 M atau kisaran tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijrah dan perlu digaris bawahi tatacara penulisan dan pembacaan Al Qur’an telah lengkap sempurna termasuk penomoran ayat-ayatnya.

Ada yang berpendapat bahwa Bangsa Arab mengenal dan mengadopsinya dari para pedagang Hindu, yang ketika itu sering mengembara hingga Jazirah Arab. Juga setelah kekhalifahan Islam di Arab menyebar luas hingga ke India.

Menurut saya pemahaman hal tersebut sangatlah lemah, karena :

Patung-patung pemujaan orang-orang di Jazirah Arab pra Islam berbeda sama sekali dengan Agama Hindu baik di China maupun di India.
Pada jamannya tidak mungkin dalam pemikiran seorang pedagang yang beragama Hindu mempertaruhkan nyawanya dipadang pasir yang luas dan gersang, hanya sekedar ingin memperoleh laba dari perniagaannya apalagi jika mereka merambah ke wilayah Mekkah, yang sampai sekarangpun mereka tidak menghasilkan sesuatu untuk diperdagangkan.
Berdirinya ke khalifahan Islam justru menyebar ke India bukan sebaliknya sehingga dominasi interaksi sosial budaya tentu yang berperan adalah Islam bukan Hindu.
Ada sumber lain menyebutkan, interaksi ini lebih terjadi antara bangsa Persia (sekarang Iran) dan para pedagang Hindu. Namun belum diketahui secara pasti, Bagaimana asal mula masyarakat Hindu mengenal angka-angka ini ?! 😀

Wa qala Allahu ta’ala :

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيم
وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَـتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّى جَـعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِى قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّـلِمِينَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia“. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang dzalim”. (QS 2:124)

Biner : 0

Tawaf adalah suatu ritual mengelilingi Ka’bah (bangunan suci di Mekkah) sebanyak tujuh kali, sangat jelas bahwa mengelilingi artinya membuat lintasan lingkaran atau sebagai lambang Angka Nol.

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْناً وَاتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبْرَهِيمَ مُصَلًّى وَعَهِدْنَآ إِلَى إِبْرَهِيمَ وَإِسْمَـعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَالْعَـكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud”. (QS 2:125)

Coba perhatikan Allah subhanahu wa ta’ala hanya memerintahkan kepada dua personil (2) saja yaitu :
1. Nabi Ibrahim a.s
2. Nabi Ismail a.s
Padahal kita semua tahu bahwa Siti Hajar merupakan Istri dari Nabi Ibrahim dan Ibu dari Nabi Ismail, namun dalam ayat tersebut seolah-olah begitu ditekankan Fungsi Binary.

Biner : 1

Ibadah Sa’i merupakan salah satu rukun Haji dan umrah yang dilakukan dengan berjalan kaki (berlari-lari kecil) bolak-balik 7 kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya, sangat jelas bahwa antara kedua bukit tersebut merupakan lintasan garis lurus artinya sebagai lambang Angka Satu.

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. (QS 2:158)

Shadaqallah, Shadaqallahul ‘Adzim

Wassalam, Haniifa.

No Comments - Leave a comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 


Welcome , today is Thursday, April 19, 2018